4 Desember 2017 - 13:47:28 WIB | Dilihat 140 kali0 komentar

Wagub diduga Tabrak ADRT Kata Dewan Suro PKB.

Setelah Demisioner, Asera Tidak Dapat Informasi Partai

Gambar Wagub diduga Tabrak ADRT Kata Dewan Suro PKB.
Legislator Partai PKB di Komisi B DPRD Provinsi Kalteng H Asera.
 
PALANGKA RAYA - Pemilihan dan penetapan Habib Said Ismail sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalteng  diduga tidak sejalan dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADART). Pasalnya dalam pemilihan ketua DPW diindikasi tanpa melalui musyawarah wilayah (muswil) partai.
 
Seperti disampaikan Ketua Dewan Suro Partai, H Asera saat dibincangi belum lama ini. Menurutnya, Ismail yang juga menjabat Wakil Gubernur Kalteng  terpilih ini, melalui proses pemilihan dan penetapan menjadi ketua DPW tanpa proses muswil.
 
"Dalam proses pemilihan dan penetapan Habib Said Ismail sebagai ketua DPW PKB Kalteng diindikasi telah menabrak ADART partai. Sebabnya dalam proses tersebut seluruh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB yang tersebar di 14 kabupaten kota dipanggil dan disuruh menandatangani surat pernyataan penetapan Habib Said Ismail menjadi Ketua DPW PKB Kalteng. Hal itu jelas jelas salah dan tidak sesuai aturan ADART partai PKB," kata H Asera, Selasa (29/11)
 
Proses muswil dimaksud dengan memanggil seluruh ketua dan pengurus DPC PKB se-Kalteng. Saat itu semua aspirasi ketua dan pengurus cabang dapat terakomodir.  Setelah itu pemilihan dan penetapan harusnya memunculkan kandidat-kandidat calon ketua DPW PKB Kalteng yang diusulkan oleh peserta muswil.
 
"Proses yang sekarang terjadi, yakni muswil tidak mengagendakan penetapan kandidat calon ketua DPW PKB Kalteng, namun ketua DPC PKB Kalteng dipanggil dan langsung diminta menyepakati dan menandatangani pernyataan penetapan kepada calon tunggal (Habib Said Ismail). Bahkan calon dimaksud menjabat Wakil Gubernur Kalteng," katanya.
 
Asera, legislator partai PKB yang duduk di Komisi B DPRD Kalteng, merasa sangat keberatan atas proses pemilihan dan penetapan ketua DPW PKB Kalteng. Karena selama ini, orang yang bersangkutan tidak mengetahui persis perjuangan PKB di Kalteng.
 
"Selama lebih dari 2 periode saya menjabat  sebagai Ketua DPW PKB Kalteng banyak hal yang telah saya lalui sampai PKB bisa menjadi besar seperti sekarang ini. Untuk membesarkan PKB di Kalteng, tentunya saya berjuang tidak sendirian, banyak pihak yang terlibat yang menjadi teman seperjuangan turut berkontribusi membangun partai. Namun anehnya kenapa harus memilih Habib Said Ismail sebagai ketua DPW PKB Kalteng," ujarnya.
 
Walau demikian, terpilihnya sang Wakil Gubernur (Habib Said Ismail) menjadi Ketua DPW PKB Kalteng telah terjadi. H Asera tidak mempermasalahkan hal itu. Namun, perlu diingat bahwa ketika sudah ditetapkan, harus memperhatikan orang-orang yang telah turut membesarkan partai.
 
"Selama ini saya selaku ketua dewan suro tidak ada pernah dilibatkan dan disampaikan agenda partai. Bahkan pada setiap rapat partai, saya tidak pernah diinformasikan," ungkap Asera
 
Dia juga mengingatkan, agar ketua DPW PKB Kalteng Habib Said Ismail sebagai orang yang dipilih langsung oleh DPP PKB agar senantiasa memperhatikan orang-orang yang berkontribusi besar membesarkan PKB di Kalteng serta menyampaikan setiap agenda partai kepada dewan suro. (dhy/rul/KPFM)
 
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Wagub diduga Tabrak ADRT Kata Dewan Suro PKB."

(harus diisi)